David McClelland, seorang pakar psikologi sosial, mengungkapkan hasil penelitiannya yang menyimpulkan sebuah teori bahwa cerita dongeng untuk anak sebelum tidur sangat mempengaruhi prestasi suatu bangsa. McClelland memaparkan penelitiannya terhadap dua negara terkuat abad 16 yaitu Inggris dan Spanyol.
Cerita anak di negara Inggris kaya akan muatan spritualitas dan motivasi untuk maju. Sebaliknya, Cerita anak di Spanyol penuh dengan muatan yang membuat anak terlelap dan ternina-bobokan. Dari begitu banyak cerita dari berbagai negara yang dikumpulkan McClelland dan kemudian diteliti, menunjukkan bahwa negara yang pertumbuhan ekonominya sangat tinggi adalah negara yang memiliki cerita dongeng anak mengandung need for achievement ( kebutuhan berprestasi) yang tinggi.
Kemudian salah satu guru besar fakultas budaya universitas Indonesia, Ismail Marahaimin, mengungkapkan hasil penelitian yang senada. Dongeng si Kancil Mencuri Mentimun yang sangat populer di Indonesia bisa jadi adalah salah satu penyebab bobroknya mental pemimpin bangsa. Kancil mencerminkan tokoh yang cerdas tapi licik. Secara tidak disadari cerita ini akan melekat dalam alam bawah sadar anak-anak bahwa mental tokoh seperti kancil patut ditiru.
Oleh karena itu,perlu digalakkan kembali dongeng anak-anak yang memotivasi untuk berprestasi, yang mendidik dan menumbuhkan keinginan untuk maju.
Sudah selayaknya menjadi tugas para penulis Indonesia, untuk menciptakan cerita-cerita anak yang bermutu. Jika mulai hari ini saja Indonesia mampu menerbitkan karya sastra anak seperti yang dimiliki Inggris, maka jika merujuk pada penelitian McClelland, 25 tahun ke depan pertumbuhan ekonomi Indonesia akan tumbuh pesat.
Tentu hal ini juga tidak terlepas peran dari para pendidik dan orang tua, untuk membiasakan siswa dan putra-putrinya membaca cerita dongeng anak yang bermutu, yang mengandung semangat berprestasi lebih banyak lagi. Karena disadari atau tidak, mental bangsa beberapa tahun ke depan, adalah sangat dipengaruhi oleh mental yang disiapkan untuk anak-anak sekarang.
Para pendidik dan orang tua hendaknya benar-benar memilihkan bacaan-bacaan yang bagus untuk anak dan bisa dibacakan sebagai pengantar tidur atau saat anak mengalami kejenuhan belajar. The last but not least... saat ini pun ada begitu banyak tontonan di TV yang sangat tidak mendidik (meski tidak semua), dari mulai tontonan sinetron, berita miring, dan masih banyak lagi. Oleh sebab itu, sangat disarankan Anda untuk bisa memilah-milah yang mana yang layak ditonton dan yang mana yang tidak. Karena tanpa disadari, setiap tontonan bisa mempengaruhi mental Anda, dan juga keluarga.
Orang bijak akan berpikir seribu kali untuk melakukan hal-hal yang mubajir, namun ia akan terus menuntut ilmu dan mengamalkan ilmunya sampai ia masuk ke liang lahat.
Minggu, 06 Februari 2011
Jumat, 04 Februari 2011
Dasyatnya Pujian
Sedikit pujian dapat memberikan rasa diterima dan dorongan
Sedikit pujian akan memberikan semangat untuk melakukan hal yang baik dan lebih baik lagi
Sedikit pujian dapat membuat seseorang bisa meraih prestasi tertinggi
Omelan, bentakan, kecaman, amarah atau kritik sesungguhnya tidak akan banyak mengubah apa-apa.
Sedikit pujian akan memberikan semangat untuk melakukan hal yang baik dan lebih baik lagi
Sedikit pujian dapat membuat seseorang bisa meraih prestasi tertinggi
Omelan, bentakan, kecaman, amarah atau kritik sesungguhnya tidak akan banyak mengubah apa-apa.
Kamis, 03 Februari 2011
Teori Keadilan dalam Islam
Kadang kita sering berbicara lantang tetang KEADILAN, walaupun apa yang kita teriakan itu belum tentu sesuai dengan makna keadilan itu sendiri. Manakala hak-hak kita merasa terusik… kita katakan itu TIDAK ADIL.
Kalau kita merujuk kepada teori keadilan dalam islam, yaitu apa yang telah difirmankan Allah S.W.T sebagai berikut; "Wahai orang-orang yang beriman, jadikanlah kamu orang-orang yang benar-benar menegakkan keadilan, menjadi saksi karena Allah, biarpun terhadap dirimu sendiri ataupun ibu, bapakmu dan kaum keluargamu. jika ia kaya ataupun miskin, Allah lebih mengetahui keadaan keduanya, maka janganlah kamu mengikuti hawa nafsu, sehingga kamu tidak berlaku adil. jika kamu memutarbalikkan, atau enggan menjadi saksi, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala apa yang kamu kerjakan” (Q.S. an-Nisa:135). Ini bukan sekedar teori manusia belaka, tetapi firman Allah SWT yang tertuang dalam al-Quranul karim.
Hujjatul Islam Bahman Pur seorang ulama yang banyak mengkaji kitab Nahjul Balaghah, mengatakan: "Keadilan adalah salah satu prinsip agama Illahi". Allah SWT banyak mengungkapkan masalah ini dalam al-Quran, termasuk dalam ayat yang artinya:"Sesungguhnya Allah memerintahkan kalian agar berlaku adil, baik dan dermawan kepada kaum kerabat, dan melarang kalian dari kekejian, munkar dan pelanggaran".
Rabu, 26 Januari 2011
Memberi Tanpa Pamrih
Semua manusia dalam pandangan Allah mempunyai hak yang sama, oleh sebab itu, orang kaya atau orang miskin tidak menjadi penentu barometer kecintaan Allah SWT kepada hamba-hambanya. Demikian juga tidak bisa dikatakan bahwa kaya dan miskin adalah ukuran keridhaan Allah kepada hamba-hambanya.
Realitas adanya orang kaya dan orang miskin sebenarnya adalah menegaskan bahwa manusia hidup di dunia dalam keadaan saling membutuhkan antara sesama manusia dan inilah yang disebut dengan makhluk sosial. Jika ia merasa sudah tidak membutuhkan kepada sesama manusia berarti ia sudah keluar dari fitrah dan kodratnya dan ia dipastikan akan menjadi lebih ganas dari pada binatang yang ganas.
Cobalah untuk mengawali suatu hari anda dengan niat untuk memberi. Mulailah dengan sesuatu yang kecil yang tak terlalu berharga di mata anda. Mulailah dari uang receh, kumpulkan beberapa receh yang mungkin tercecer di sana-sini, hanya untuk satu tujuan: diberikan!. Apakah anda sedang di bis kota yang panas, lalu datang pengamen bernyayi memekakkan telinga, atau anda sedang berada di mobil ber-ac yang sejuk, lalu sepasang tangan kecil mengetuk meminta-minta. Tak peduli bagaimana pendapat anda tentang kemalasan, kemiskinan dan lain sebagainya. Tak perlu banyak pikir, segera berikan satu dua keping pada mereka.
Barangkali ada rasa enggan dan kesal, tekanlah perasaan itu seiring dengan pemberian anda. Bukankah tak seorangpun ingin memurukkan dirinya menjadi kaum papa "pengemis". Ingat, kali ini anda hanya sedang "berlatih MEMBERI", mengulurkan tangan dengan jumlah yang tiada berarti?. rasakan saja, kini sesuatu mengalir dari dalam diri melalui telapak tangan anda. Sesuatu bernama "kasih sayang".
Memberi tanpa pertimbangan bagai menyingkirkan batu penghambat arus sungai, arus sungai adalah rasa kasih sayang dari dalam diri. Sedangkan, batu adalah kepentingan yang berpusat pada diri sendiri.
Sesungguhnya, bukan receh atau berlian yang anda berikan. Kemurahan itu tidak terletak di tangan anda, melainkan di dalam lubuk hati. Sebagaimana ditegaskan dalam hadis: “Sesungguhnya Allah SWT tidak melihat pada bentuk tubuhmu, dan tidak pula melihat pada hartamu, dan juga tidak melihat pada keadaanmu, akan tetapi Allah melihat pada amalan dan hatimu”.
Hadis ini menegasakan bahwa Allah SWT tidak hanya melihat atau memerhatikan seberapa banyak harta yang diinfakkan atau disodakohkan kepada fakir miskin atau orang yang membutuhkannya. Tetapi, yang dinilai Allah SWT adalah dari ketulusan hati dan niat yang ada pada diri kita. Senilai berapapun jumlahnya harta yang disodakohkan, tidak ada jaminan bahwa sodakoh kita akan diterima Allah SWT. Kenapa? Karena ALLAH MAHA KAYA (ALLAAHU GHAANIYYUN). Harta yang kita anggap banyak, di sisi Allah sangat sedikit bahkah tidak ada nilainya.
Berbahagialah anda telah berbagi kepada sesama, tanpa pamrih....
Realitas adanya orang kaya dan orang miskin sebenarnya adalah menegaskan bahwa manusia hidup di dunia dalam keadaan saling membutuhkan antara sesama manusia dan inilah yang disebut dengan makhluk sosial. Jika ia merasa sudah tidak membutuhkan kepada sesama manusia berarti ia sudah keluar dari fitrah dan kodratnya dan ia dipastikan akan menjadi lebih ganas dari pada binatang yang ganas.
Cobalah untuk mengawali suatu hari anda dengan niat untuk memberi. Mulailah dengan sesuatu yang kecil yang tak terlalu berharga di mata anda. Mulailah dari uang receh, kumpulkan beberapa receh yang mungkin tercecer di sana-sini, hanya untuk satu tujuan: diberikan!. Apakah anda sedang di bis kota yang panas, lalu datang pengamen bernyayi memekakkan telinga, atau anda sedang berada di mobil ber-ac yang sejuk, lalu sepasang tangan kecil mengetuk meminta-minta. Tak peduli bagaimana pendapat anda tentang kemalasan, kemiskinan dan lain sebagainya. Tak perlu banyak pikir, segera berikan satu dua keping pada mereka.
Barangkali ada rasa enggan dan kesal, tekanlah perasaan itu seiring dengan pemberian anda. Bukankah tak seorangpun ingin memurukkan dirinya menjadi kaum papa "pengemis". Ingat, kali ini anda hanya sedang "berlatih MEMBERI", mengulurkan tangan dengan jumlah yang tiada berarti?. rasakan saja, kini sesuatu mengalir dari dalam diri melalui telapak tangan anda. Sesuatu bernama "kasih sayang".
Memberi tanpa pertimbangan bagai menyingkirkan batu penghambat arus sungai, arus sungai adalah rasa kasih sayang dari dalam diri. Sedangkan, batu adalah kepentingan yang berpusat pada diri sendiri.
Sesungguhnya, bukan receh atau berlian yang anda berikan. Kemurahan itu tidak terletak di tangan anda, melainkan di dalam lubuk hati. Sebagaimana ditegaskan dalam hadis: “Sesungguhnya Allah SWT tidak melihat pada bentuk tubuhmu, dan tidak pula melihat pada hartamu, dan juga tidak melihat pada keadaanmu, akan tetapi Allah melihat pada amalan dan hatimu”.
Hadis ini menegasakan bahwa Allah SWT tidak hanya melihat atau memerhatikan seberapa banyak harta yang diinfakkan atau disodakohkan kepada fakir miskin atau orang yang membutuhkannya. Tetapi, yang dinilai Allah SWT adalah dari ketulusan hati dan niat yang ada pada diri kita. Senilai berapapun jumlahnya harta yang disodakohkan, tidak ada jaminan bahwa sodakoh kita akan diterima Allah SWT. Kenapa? Karena ALLAH MAHA KAYA (ALLAAHU GHAANIYYUN). Harta yang kita anggap banyak, di sisi Allah sangat sedikit bahkah tidak ada nilainya.
Berbahagialah anda telah berbagi kepada sesama, tanpa pamrih....
Ketekunan Adalah Kekuatan Anda
Apa yang anda raih sekarang adalah hasil dari usaha-usaha kecil yang anda lakukan terus-menerus. Keberhasilan bukan sesuatu yang turun begitu saja. Bila anda yakin pada tujuan dan jalan anda, maka anda harus memiliki kekuatan dan ketekunan untuk tetap berusaha. Kekuatan adalah energi yang sangat besar dalam meraih kehendak, sedangkan ketekunan adalah kemampuan anda untuk bertahan di tengah tekanan dan kesulitan. Anda harus tetap mengambil langkah selanjutnya. Jangan hanya berhenti di langkah pertama. Memang semakin jauh anda berjalan, semakin banyak rintangan yang menghadang. Bayangkan, andai saja kemarin anda berhenti, maka anda tidak berada di sini sekarang. Setiap langkah menaikan nilai diri anda. Apapun yang anda lakukan, jangan sampai kehilangan kekuatan dan ketekunan anda, karena kedua hal terseut merupakan energi dan daya tahan anda.
Pepatah mengatakan, bahwa ribuan kilometer langkah dimuali dari dengan satu langkah. Sebuah langkah besar sebenarnya terdiri dari banyak langkah-langkah kecil. Dan langkah pertama keberhasilan harus anda mulai dari rumah anda. Rumah anda yang paling baik adalah hati anda. Itulah sebaik-baiknya tempat untuk memulai anda dengan memajukan hati anda, kemudian pikiran anda dan usaha-usaha anda. Ketekunan hadir bila apa yang anda lakukan benar-benar berasal dari hati anda.
RAIHLAH KESUKSESAN BESAR DIMULAI DARI HAL-HAL KECIL!
Pepatah mengatakan, bahwa ribuan kilometer langkah dimuali dari dengan satu langkah. Sebuah langkah besar sebenarnya terdiri dari banyak langkah-langkah kecil. Dan langkah pertama keberhasilan harus anda mulai dari rumah anda. Rumah anda yang paling baik adalah hati anda. Itulah sebaik-baiknya tempat untuk memulai anda dengan memajukan hati anda, kemudian pikiran anda dan usaha-usaha anda. Ketekunan hadir bila apa yang anda lakukan benar-benar berasal dari hati anda.
RAIHLAH KESUKSESAN BESAR DIMULAI DARI HAL-HAL KECIL!
Hal Yang Diingini Istri Dari Seorang Suami
Terkadang kita ingin tahu juga, apa yang membuat istri kita senang dalam kehidupan berumah-tangga. Berikut ini adalah satu versi rangkaian sikap dan sifat yang disukai seorang istri dari suaminya:
1. Penuh Pengertian
Seorang istri senang diperhatikan dan didengarkan. Ia senang suaminya memahami dan mengerti dirinya. Dalam suka dan dukanya. Dalam ceria dan sedihnya. Ia senang suami mengetahui perasaannya. Ia misalnya senang diberitahu pakaiannya yang mana yang paling disukai suaminya. Atau masakannya yang mana yang paling lezat bagi suaminya. Karenanya obrolan-obrolan ringan dan lembut amat dinanti-nanti seorang istri. Setiap kata yang keluar dari lidah dan bibirnya adalah pesan cinta yang ingin ia sampaikan. Dan ia ingin tahu bagaimana suaminya menanggapi pesan cintanya itu.Tangisan seorang istri itu memiliki sekian banyak makna, bisa karena sedih, bisa karena marah, bisa karena terharu dan bahagia. Ia senang jika suaminya bersabar untuk mengenal setiap jenis air mata yang metetes dari matanya. Pengertian ini menjadi inti dan landasan segala sikap menyenangkan yang mungkin dilakukan seorang suami terhadap istrinya.
2. Setia
Kesetiaan adalah syarat utama cinta sejati. Seorang istri ingin cinta suami itu hanya untuknya. Karenanya kecemburuan adalah bagian dari cinta. Sapaan sayang di tengah kesibukan, walaupun hanya satu dua menit kata-kata yang disampaikan lewat telepon, walaupun hanya satu dua kalimat SMS, akan menjadi pengokoh kepercayaan. Hadiah yang diberikan: martabak kesukaannya, seikat bunga, atau sebuah jam tangan yang manis akan menguatkan cinta. Dan mengingat hari ulang tahun serta hari pernikahan akan menjadi bukti kesetiaan suami yang disukai seorang istri.Tapi seorang istri yang baik akan mengatakan, "Jangan karena takut kepadaku, kakanda bersikap setia. Karena Allah Maha Melihat. Itu yang mesti menjadi landasan kesetiaan."
3. Sabar dan Pemaaf
Seorang istri akan amat bersyukur jika suaminya mau menerima dirinya apa adanya. Suaminya mampu memaafkan dan bersabar atas kekurangan yang ada pada dirinya. Ia butuh waktu untuk membina dirinya. Ia bahkan butuh waktu untuk memahami dirinya sendiri, ketika satu ketika ia tidak menjadi dirinya sendiri.Seorang istri perlu mendapatkan nasihat, akan tetapi itu dilakukan dengan penuh kesabaran dan kasih sayang.
Ini seperti pesan Ilahi: "Kemudian keadaan orang beriman itu adalah saling menasihati dalam kesabaran dan dalam kasih sayang." (QS. al-Balad); "Dan jika kalian memaafkan, tidak memarahi, dan mengampuni mereka, maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun dan Maha Penyayang." (QS. at-Taghabun)
4. Teguh Hati dan Bersemangat
Seorang istri senang melihat suaminya senantiasa berteguh hati dan bersemangat dalam menyelesaikan berbagai tugas dan amanah. Ia senang suaminya dapat senantiasa prima menunaikan tugas-tugas di luar rumah dan sekaligus membantu menyelesaikan permasalahan di rumah. Karenanya seorang istri senang melihat suaminya akrab bercengkrama, bermain dengan anak-anaknya. Dan saat suami sesekali memasak untuk keluarga, ada sentuhan hangat menyentuh relung jiwa seorang istri.Bagaimana jika suaminya berada dalam kondisi bete atau kehilangan semangat? Seorang istri akan menerima keadaan ini asalkan ia melihat suaminya berusaha keras untuk melepaskan diri dari keadaan lemah ini. Ia bahkan akan memberikan bantuan dan doa terbaik bagi suaminya.
5. Romantis
Seorang istri senang jika suaminya mampu memperlihatkan dan mengekspresikan cinta dan kasih sayang. Ia senang mendapati suaminya membangun suasana kondusif kasih sayang di rumah. Ia senang jika suaminya romantis.Diantara ungkapan cinta suami-istri adalah dalam hubungan intim. Seorang istri senang jika suaminya memberikan kesenangan dan kepuasan pada salah satu kebutuhan cinta ini. Ia akan terbuka menyampaikan apa yang ia sukai, ketika suaminya mampu membuka percakapan dalam masalah ini secara tepat dan penuh kelembutan (tenderly).
6. Rapi dan Wangi
Seorang istri suka suaminya rapi. Rapi menata rambut dan rapi berpakaian, bahkan dalam suasana santai. Kerapian yang disukai adalah kerapian yang alami dan melekat dalam kehidupan suami.Sikap suami yang kooperatif dalam menjaga kerapian rumah juga disukai seorang istri. Karenanya ketika seorang suami berinisiatif menyapu ruang tengah, membersihkan kompor di dapur, atau membersihkan kamar tidur dengan membongkar tempat tidur secara rutin ... pada semuanya ada apresiasi dari seorang istri.Rapi, bersih dan wangi pada seorang suami membuat istrinya senang. Seorang suami bisa meminta istrinya memilihkan minyak wangi baginya. Ia akan terbantu menyempurnakan penampilan bagi istrinya.
7. Ceria dan Ramah
Senyum ceria dan keramahan amat dihajatkan seorang istri. Senyum dan keramahan itu laksana angin sejuk di tengah berbagai kelelahan dirinya. Berbagai kesibukan membuat jiwanya lelah. Interaksi dengan anak-anak di rumah itu bukan pekerjaan ringan. Segenap potensi kejiwaan dan pikiran mesti ia curahkan. Kelelahan fisik pun tidak ringan. Perhatikanlah, ia mesti terus memperhatikan anaknya yang terus bergerak kesana kemari, bereksplorasi ketika mulai bisa merangkak. Dan saat si anak lelah tertidur, ia mesti bersiap-siap memasak dan merapikan rumah bagi suaminya yang sebentar lagi pulang ...Senyum dan sapaan sayang suami akan menjadi hiburan jiwa bagi sang istri. Sikap humoris juga amat membantu seorang istri untuk selalu menjaga suasana riang hatinya. Ini semua akan membantunya untuk terus bersabar dan ikhlas dalam menunaikan tugas-tugasnya.
8. Menjadi Pemimpin yang Melindungi
Istri membutuhkan perlindungan yang membuatnya senantiasa merasa tentram. Karenanya ia menyukai sifat kepemimpinan pada suaminya. Kepemimpinan yang ia harapkan adalah yang senantiasa menentramkan jiwanya, mengokohkan ruhaninya, memberikan pencerahan demi pencerahan pada akalnya dan membantu menjaga kebugaran dan kesehatan tubuhnya.
Kepemimpinan yang ia sukai adalah yang memadukan ketegasan dan kelembutan. Yang menebarkan cinta, bukan membuat takut. Yang mengedepankan kemauan baik, bukan senantiasa menggunakan otoritas (misalnya dengan selalu menggunakan kalimat "suami kan pemimpin rumah tangga, jadi mesti taat donk"). Yang betul-betul menjadi pemimpin, bukan menjadi boss.
1. Penuh Pengertian
Seorang istri senang diperhatikan dan didengarkan. Ia senang suaminya memahami dan mengerti dirinya. Dalam suka dan dukanya. Dalam ceria dan sedihnya. Ia senang suami mengetahui perasaannya. Ia misalnya senang diberitahu pakaiannya yang mana yang paling disukai suaminya. Atau masakannya yang mana yang paling lezat bagi suaminya. Karenanya obrolan-obrolan ringan dan lembut amat dinanti-nanti seorang istri. Setiap kata yang keluar dari lidah dan bibirnya adalah pesan cinta yang ingin ia sampaikan. Dan ia ingin tahu bagaimana suaminya menanggapi pesan cintanya itu.Tangisan seorang istri itu memiliki sekian banyak makna, bisa karena sedih, bisa karena marah, bisa karena terharu dan bahagia. Ia senang jika suaminya bersabar untuk mengenal setiap jenis air mata yang metetes dari matanya. Pengertian ini menjadi inti dan landasan segala sikap menyenangkan yang mungkin dilakukan seorang suami terhadap istrinya.
2. Setia
Kesetiaan adalah syarat utama cinta sejati. Seorang istri ingin cinta suami itu hanya untuknya. Karenanya kecemburuan adalah bagian dari cinta. Sapaan sayang di tengah kesibukan, walaupun hanya satu dua menit kata-kata yang disampaikan lewat telepon, walaupun hanya satu dua kalimat SMS, akan menjadi pengokoh kepercayaan. Hadiah yang diberikan: martabak kesukaannya, seikat bunga, atau sebuah jam tangan yang manis akan menguatkan cinta. Dan mengingat hari ulang tahun serta hari pernikahan akan menjadi bukti kesetiaan suami yang disukai seorang istri.Tapi seorang istri yang baik akan mengatakan, "Jangan karena takut kepadaku, kakanda bersikap setia. Karena Allah Maha Melihat. Itu yang mesti menjadi landasan kesetiaan."
3. Sabar dan Pemaaf
Seorang istri akan amat bersyukur jika suaminya mau menerima dirinya apa adanya. Suaminya mampu memaafkan dan bersabar atas kekurangan yang ada pada dirinya. Ia butuh waktu untuk membina dirinya. Ia bahkan butuh waktu untuk memahami dirinya sendiri, ketika satu ketika ia tidak menjadi dirinya sendiri.Seorang istri perlu mendapatkan nasihat, akan tetapi itu dilakukan dengan penuh kesabaran dan kasih sayang.
Ini seperti pesan Ilahi: "Kemudian keadaan orang beriman itu adalah saling menasihati dalam kesabaran dan dalam kasih sayang." (QS. al-Balad); "Dan jika kalian memaafkan, tidak memarahi, dan mengampuni mereka, maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun dan Maha Penyayang." (QS. at-Taghabun)
4. Teguh Hati dan Bersemangat
Seorang istri senang melihat suaminya senantiasa berteguh hati dan bersemangat dalam menyelesaikan berbagai tugas dan amanah. Ia senang suaminya dapat senantiasa prima menunaikan tugas-tugas di luar rumah dan sekaligus membantu menyelesaikan permasalahan di rumah. Karenanya seorang istri senang melihat suaminya akrab bercengkrama, bermain dengan anak-anaknya. Dan saat suami sesekali memasak untuk keluarga, ada sentuhan hangat menyentuh relung jiwa seorang istri.Bagaimana jika suaminya berada dalam kondisi bete atau kehilangan semangat? Seorang istri akan menerima keadaan ini asalkan ia melihat suaminya berusaha keras untuk melepaskan diri dari keadaan lemah ini. Ia bahkan akan memberikan bantuan dan doa terbaik bagi suaminya.
5. Romantis
Seorang istri senang jika suaminya mampu memperlihatkan dan mengekspresikan cinta dan kasih sayang. Ia senang mendapati suaminya membangun suasana kondusif kasih sayang di rumah. Ia senang jika suaminya romantis.Diantara ungkapan cinta suami-istri adalah dalam hubungan intim. Seorang istri senang jika suaminya memberikan kesenangan dan kepuasan pada salah satu kebutuhan cinta ini. Ia akan terbuka menyampaikan apa yang ia sukai, ketika suaminya mampu membuka percakapan dalam masalah ini secara tepat dan penuh kelembutan (tenderly).
6. Rapi dan Wangi
Seorang istri suka suaminya rapi. Rapi menata rambut dan rapi berpakaian, bahkan dalam suasana santai. Kerapian yang disukai adalah kerapian yang alami dan melekat dalam kehidupan suami.Sikap suami yang kooperatif dalam menjaga kerapian rumah juga disukai seorang istri. Karenanya ketika seorang suami berinisiatif menyapu ruang tengah, membersihkan kompor di dapur, atau membersihkan kamar tidur dengan membongkar tempat tidur secara rutin ... pada semuanya ada apresiasi dari seorang istri.Rapi, bersih dan wangi pada seorang suami membuat istrinya senang. Seorang suami bisa meminta istrinya memilihkan minyak wangi baginya. Ia akan terbantu menyempurnakan penampilan bagi istrinya.
7. Ceria dan Ramah
Senyum ceria dan keramahan amat dihajatkan seorang istri. Senyum dan keramahan itu laksana angin sejuk di tengah berbagai kelelahan dirinya. Berbagai kesibukan membuat jiwanya lelah. Interaksi dengan anak-anak di rumah itu bukan pekerjaan ringan. Segenap potensi kejiwaan dan pikiran mesti ia curahkan. Kelelahan fisik pun tidak ringan. Perhatikanlah, ia mesti terus memperhatikan anaknya yang terus bergerak kesana kemari, bereksplorasi ketika mulai bisa merangkak. Dan saat si anak lelah tertidur, ia mesti bersiap-siap memasak dan merapikan rumah bagi suaminya yang sebentar lagi pulang ...Senyum dan sapaan sayang suami akan menjadi hiburan jiwa bagi sang istri. Sikap humoris juga amat membantu seorang istri untuk selalu menjaga suasana riang hatinya. Ini semua akan membantunya untuk terus bersabar dan ikhlas dalam menunaikan tugas-tugasnya.
8. Menjadi Pemimpin yang Melindungi
Istri membutuhkan perlindungan yang membuatnya senantiasa merasa tentram. Karenanya ia menyukai sifat kepemimpinan pada suaminya. Kepemimpinan yang ia harapkan adalah yang senantiasa menentramkan jiwanya, mengokohkan ruhaninya, memberikan pencerahan demi pencerahan pada akalnya dan membantu menjaga kebugaran dan kesehatan tubuhnya.
Kepemimpinan yang ia sukai adalah yang memadukan ketegasan dan kelembutan. Yang menebarkan cinta, bukan membuat takut. Yang mengedepankan kemauan baik, bukan senantiasa menggunakan otoritas (misalnya dengan selalu menggunakan kalimat "suami kan pemimpin rumah tangga, jadi mesti taat donk"). Yang betul-betul menjadi pemimpin, bukan menjadi boss.
Kamis, 06 Januari 2011
Budaya Organisasi
Apa pentingnya mempelajari budaya organisasi? Ada beberapa alasan. Salah satunya adalah budaya yang lebih luas memberikan pengaruh kuat pada struktur dan fungsi organisasi. Para peneliti organisasi sudah lama melihat setiap organisasi memiliki budaya yang berbeda satu dengan lainnya meskipun mereka menjalankan fungsi yang sama.Satu organisasi dibandingkan organisasi lainnya bisa saja lebih otoritarian atau demokratis; sangat terikat peraturan atau informal; inovatif atau menolak perubahan; bisa menerima keragaman atau anti-keragaman; atau bisa membawa atmosfer yang bersahabat atau tidak bersahabat.Sebagai contoh perusahaan Amerika tahun 1920-an menerapkan kebijakan “welfare capitalism” untuk mendorong karyawan melekatkan diri pada perusahaan dan mencegah pembentukan serikat buruh. Perusahaan menyediakan tunjangan keamanan, kesehatan, piknik, kegiatan olahraga, mekanisme bagaimana menyampaikan keluhan, serikat pekerja yang didukung perusahaan.Perusahaan Jepang berusaha mempertahankan nilai paternalistik, lingkungan yang kekeluargaan, yang kemudian membuat karyawan sangat setia dan berdedikasi pada perusahaan.Amitai Etzioni melihat budaya organisasi dari teknik kontrol. Beberapa organisasi, seperti penjara dan rumah sakit jiwa misalnya, menggunakan sanksi fisik atau pemaksaan untuk mengontrol anggotanya. Sebagian organisasi lainnya, misalnya organisasi bisnis, menggunakan material atau asas manfaat sebagai insentif untuk membujuk atau mendorong anggotanya berperilaku sesuai keinginan organisasi itu. Organisasi lainnya, seperti gereja atau partai politik, menggunakan kontrol normatif atau berdasarkan norma-norma, seperti idealisme tinggi.Organisasi yang menggunakan strategi kontrol normatif atau berdasarkan norma-norma mendapatkan komitmen anggotanya lebih besar dibandingkan organisasi yang menggunakan metoda utilitarian dan organisasi dengan strategi pemaksaan paling kecil komitmen anggotanya.William Ouchi belajar dari pengalaman Jepang menyimpulkan lebih murah mengontrol orang melalui pergaulan dan norma-norma daripada insentif materi atau peraturan ketat birokratis.Tetapi budaya bisa diinterpretasikan berbeda-beda. Joanne Martin menjelaskan tiga pendekatan dalam mempelajari budaya organisasi yaitu: integrasi (integration), perbedaan (differentiation), dan fragmentasi (fragmentation). Berdasarkan pendekatan atau perspektif integrasi anggota organisasi tahu persis prinsip dasar yang menjadi budaya organisasi sehingga mereka tahu bagaimana harus berperilaku. Jika saya rajin atau berprestasi maka gaji saya akan naik atau mendapat bonus.Pendekatan perbedaan mengakui ada perbedaan interpretasi budaya organisasi atau bahkan variasi budaya di dalam organisasi yang mencerminkan kelompok interes berbeda. Satu departemen bisa berselisih dengan departemen lainnya. Atasan bisa saja memiliki pemahaman berbeda pendapat dengan bawahan mengenai sikap tidak berat sebelah (fairness) dan tanggung jawab.Perspektif perbedaan melihat tidak ada konsensus di tingkat organisasi, yang ada hanya konsensus di tingkat subkultur dan pandangan ini cenderung menekankan bagaimana kelompok bawahan melihat organisasi untuk membedakan dengan pandangan integrasi. Perspektif ini sering digunakan untuk meneliti konflik dan keengganan yang tidak muncul dalam retorika manajemen atau penelitian organisasi yang menekankan kerja tim, harmoni, dan kerja sama.Kultur organisasi bisa terdiri dari sub-kultur. Kultur di bagian keuangan berbeda dengan kultur di bagian penjualan, misalnya. Bagian keuangan biasa bekerja dari pukul 09.00 sampai 17.00 sore dan akan sangat jarang sekali keluar kantor. Bagian penjualan akan lebih banyak ke luar kantor dan waktu kerjanya tidak harus 9 s/d 5.Gideon Kunda mengenai budaya rekayasa atau budaya keteknikan. Budaya keteknikan ini penting karena kebanyakan ahli teknik (insinyur) mengorientasikan identitasnya pada pekerjaannya daripada komunitas di organisasinya. Tulisan Kunda adalah satu bab dari bukunya dengan judul yang sama “Engineering Culture : Control and Commitment in a High-Tech Corporation”Kunda mendeskripsikan tipikal suasana kerja di perusahaan teknologi tinggi. Ia menyebutnya “typical Tech”. Hampir semua karyawannya berkulit putih dan laki-laki kecuali sekretaris. Kebanyakan karyawan menganggap status sosialnya tinggi. Hampir semua memiliki gelar insinyur elektronik dan ilmu komputer. Gajinya di atas rata-rata meskipun ada perbedaan besar satu dengan lainnya. Pakaian kerja tidak formal. Misalnya karyawan Microsoft tidak mengenakan dasi. Kadang di musim panas, mereka masuk kantor mengenakan celana pendek. Sulit membedakan yang mana atasan dan yang mana bawahan. Terkesan mereka adalah pekerja keras, menikmati kerja, bahkan bisa dibilang kecanduan kerja. Mereka menilai pekerjaan mereka sebagai “state of the art” berkualitas, penuh inovatis, dan membawa keuntungan. Karakter mereka adalah kombinasi upaya keras dan suasana informal; kebebasan dan disiplin; kerja dan bermain.Setelah menikmati kopi pagi di kafetaria, mereka masuk ke dalam ruang kerja yang dibatasi empat dinding (cubicle) dengan perlengkapan kerja seperangkat komputer, printer. Sepertinya mereka datang dan pergi sesukanya. Kebanyakan bekerja sampai malam hari. Ada perusahaan yang menyediakan tempat tinggal tidak jauh dari kantor. Sebagian dari mereka bekerja di dalam pikirannya dan beberapa bahkan memimpikan pekerjaan yang belum selesai. Itulah suasana kerja di Lyndsville.Kunda mencoba menyusun uraian deskripsi mengenai budaya perusahaan berteknologi seputar tiga gagasan utama yaitu ideologi, ritual penyajian yang membahas ideologi, dan diri sendiri versus organisasi. Selain menjelaskan budaya keteknikan, Kunda juga menjelaskan proses merekayasa budaya di perusahaan.Ia memberikan uraian rinci bagaimana citra perusahaan diproduksi dan dibuat bagi karyawannya. Menjalankan budaya perusahaan akan membantu budaya menjadi bermakna. Budaya perusahaan menjadi ideologi kerja karyawan. Pengalaman bermakna itu akan membuat karyawan memaknai dirinya dan rekan sekerjanya. Karyawan akan mengidentifikasi diri dengan perusahaan.(Disarikan dari buku “Social Theory at Work,” karya Marek Korczynki, Randy Hudson, Paul Edwards, Bab 4 dan “The Sociology of Organizations: Classic, Contemporary and Critical Reading,” karya Michael J Handel, Bab X)
Rabu, 05 Januari 2011
Puisi Untuk Ibu
Ada: sanjungan, do'a, suka cita, harapan, dll yang diungkapkan facebooker pada Hari Ibu, dan salah satunya adalah puisi ini:
Puisi Untuk Ibu
Di kala resah ini kian mendesah dan menggalaukan jiwaku
Kau ada di sana …
Di saat aku terluka
hingga akhirnya…tercabik-cabiklah keteguhan hatiku
Kau masih ada di sana…
Ketika aku lelah dan semangatku patah untuk meneruskan perjuangan,
terhenti oleh kerikil –kerikil yang kurasa terlampau tajam
hingga akhirnya aku pun memilih jeda!!!
Kau tetap ada di sana…
memberiku isyarat untuk tetap bertahan
Ibu…kau basuh kesedihanku, kehampaanku dan ketidakberdayaanku
"Tiada lain kita hanya insan Sang Kuasa,
Memiliki tugas di bumi tuk menegakkan kalimatNya
Kita adalah jasad, jiwa, dan ruh yang terpadu
Untuk memberi arti bagi diri dan yang lain"
Kata-katamu laksana embun di padang gersang nuraniku
memberiku setitik cahaya dalam kekalutan berfikirku
Kau labuhkan hatimu untukku, dengan tulus tak berpamrih
Kusandarkan diriku di bahumu
Terasa…kelembutanmu menembus dinding-dinding kalbuku
Menghancurleburkan segala keangkuhan diri
Meluluhkan semua kelelahan dan beban dunia
Dan membiarkannya tenang terhanyut bersama kedalaman hatimu
Kutatap perlahan…
matamu yang membiaskan ketegaran dan perlindungan
Kristal-kristal lembut yang sedang bermain di bola matamu,
jatuh…setetes demi setetes
Kau biarkan ia menari di atas kain kerudungmu
Laksana oase di terik panasnya gurun sahara
Ibu…
Nasihatmu memberi kekuatan untukku
rangkulanmu menjadi penyangga kerapuhanku
untuk ,menapaki hari-hari penuh liku
…semoga semua itu tak akan pernah layu!
Ibu…
Dalam kelembutan cintamu, kulihat kekuatan
dalam tangis air matamu, kulihat semangat menggelora
dalam dirimu, terkumpul seluruh daya dunia!
SELAMAT HARI IBU, SMG ENGKAU DIMULIAKAN ALLAH YME, AMIN....
Puisi Untuk Ibu
Di kala resah ini kian mendesah dan menggalaukan jiwaku
Kau ada di sana …
Di saat aku terluka
hingga akhirnya…tercabik-cabiklah keteguhan hatiku
Kau masih ada di sana…
Ketika aku lelah dan semangatku patah untuk meneruskan perjuangan,
terhenti oleh kerikil –kerikil yang kurasa terlampau tajam
hingga akhirnya aku pun memilih jeda!!!
Kau tetap ada di sana…
memberiku isyarat untuk tetap bertahan
Ibu…kau basuh kesedihanku, kehampaanku dan ketidakberdayaanku
"Tiada lain kita hanya insan Sang Kuasa,
Memiliki tugas di bumi tuk menegakkan kalimatNya
Kita adalah jasad, jiwa, dan ruh yang terpadu
Untuk memberi arti bagi diri dan yang lain"
Kata-katamu laksana embun di padang gersang nuraniku
memberiku setitik cahaya dalam kekalutan berfikirku
Kau labuhkan hatimu untukku, dengan tulus tak berpamrih
Kusandarkan diriku di bahumu
Terasa…kelembutanmu menembus dinding-dinding kalbuku
Menghancurleburkan segala keangkuhan diri
Meluluhkan semua kelelahan dan beban dunia
Dan membiarkannya tenang terhanyut bersama kedalaman hatimu
Kutatap perlahan…
matamu yang membiaskan ketegaran dan perlindungan
Kristal-kristal lembut yang sedang bermain di bola matamu,
jatuh…setetes demi setetes
Kau biarkan ia menari di atas kain kerudungmu
Laksana oase di terik panasnya gurun sahara
Ibu…
Nasihatmu memberi kekuatan untukku
rangkulanmu menjadi penyangga kerapuhanku
untuk ,menapaki hari-hari penuh liku
…semoga semua itu tak akan pernah layu!
Ibu…
Dalam kelembutan cintamu, kulihat kekuatan
dalam tangis air matamu, kulihat semangat menggelora
dalam dirimu, terkumpul seluruh daya dunia!
SELAMAT HARI IBU, SMG ENGKAU DIMULIAKAN ALLAH YME, AMIN....
Selasa, 04 Januari 2011
Berwudhulah, maka Batu menjadi Emas.
Kunci yang menentukan nilai aktivitas kita bernilai batu atau emas adalah wudhu!
“Tidak seorang muslim pun yang tidur malam dalam keadaan suci (berwudhu), kemudian ia terbangun pada malam hari dan minta kepada Allah kebaikan dalam urusan dunia dan akhirat, melainkan Allah akan mengabulkan permintannya itu.” (HR Abu Daud, Nasai, Ibnu Majjah).
Ternyata tidur dalam keadaan suci dapat membawa hikmah luar biasa... Nah, kita mau tidur batu atau tidur emas?
Demikian pula seseorang yang berjalan menuju masjid (dalam keadaan wudhu), maka Allah akan memberikan ampunan dan kenaikan derajat untuk setiap langkahnya:
“Barangsiapa berwudhu dari rumahnya, lalu berangkat menuju masjid menegakkan shalat fardhu, maka setiap langkah kanan kirinya untuk melepas dosanya dan mengangkat derajatnya.” (HR Muslim)
Sebaliknya, jika langkah kita ke masjid belum dalam keadaan suci (wudhu), maka langkahnya tidak memberi fadilah untuk menghapus dosa dan kenaikan derajat.
Nah, kita mau langkah batu atau langkah emas?
Juga untuk aktivitas-aktivitas lainnya seperti membaca Al Qur’an, menuntut ilmu, bekerja, berhubungan suami istri dll semuanya akan jauh lebih bernilai jika dilakukan dalam keadaan suci (berwudhu). Karena itu, jadikanlah setiap aktivitas kita bernilai emas... jaga wudhu selalu.
“Tidak seorang muslim pun yang tidur malam dalam keadaan suci (berwudhu), kemudian ia terbangun pada malam hari dan minta kepada Allah kebaikan dalam urusan dunia dan akhirat, melainkan Allah akan mengabulkan permintannya itu.” (HR Abu Daud, Nasai, Ibnu Majjah).
Ternyata tidur dalam keadaan suci dapat membawa hikmah luar biasa... Nah, kita mau tidur batu atau tidur emas?
Demikian pula seseorang yang berjalan menuju masjid (dalam keadaan wudhu), maka Allah akan memberikan ampunan dan kenaikan derajat untuk setiap langkahnya:
“Barangsiapa berwudhu dari rumahnya, lalu berangkat menuju masjid menegakkan shalat fardhu, maka setiap langkah kanan kirinya untuk melepas dosanya dan mengangkat derajatnya.” (HR Muslim)
Sebaliknya, jika langkah kita ke masjid belum dalam keadaan suci (wudhu), maka langkahnya tidak memberi fadilah untuk menghapus dosa dan kenaikan derajat.
Nah, kita mau langkah batu atau langkah emas?
Juga untuk aktivitas-aktivitas lainnya seperti membaca Al Qur’an, menuntut ilmu, bekerja, berhubungan suami istri dll semuanya akan jauh lebih bernilai jika dilakukan dalam keadaan suci (berwudhu). Karena itu, jadikanlah setiap aktivitas kita bernilai emas... jaga wudhu selalu.
Senin, 03 Januari 2011
Allah SWT memberikan al Hikmah (kebijaksanaan) kepada orang yang dikehendaki.
” Allah SWT memberikan al Hikmah (kebijaksanaan) kepada orang yang dikehendaki. Barang siapa yang diberikan al Hikmah, maka ia mendapat banyak kebaikan. Hanya orang-orang yang mau berfikir yang dapat mengambil pelajaran/manfaat ” (surat Al Baqarah : 269).
TANAMKAN KESADARAN DALAM HATIMU!, Ingat dan Sadarilah, bahwa :
1.Allah Maha Pemurah dan Maha Penyayang, murah-Nya berlimpah ruah, sayang-Nya tiada tara.
2.Bumi beserta segenap isinya diciptakan untuk Manusia.
3.Kita dilahirkan ke dunia atas kehendak Allah (Minallah) untuk beribadah ke Allah (Na'budullah), dengan idzin Allah (Billah), menjalankan segala perintah Allah (Dinullah), walaupun tak terlihat Allah selalu mengawasi ('Alallah), Tujuan hidup di Dunia mencari Ridho Allah (Lillah / Mardhatillah), bila tiba saatnya Kita semua akan kembali kepada-Nya (Ilallah).
4.Di dunia ini Kita Khalifatullah, seluruh manusia dimuliakan Allah. Oleh karenanya jadilah orang yang mulia.
5.Kita boleh mencari kekayaan sebanyak2-nya, yang halal, yang diperoleh dengan wajar, tapi jangan melupakan ibadah.
6.Dalam kehidupan ada pasang ada surut, ada untung ada rugi, ada kesulitan masalah tantangan kesedihan kesusahan dan derita, tapi ada kesenangan, keberhasilan, kesuksesan dan kebahagiaan.
7.Ada tantangan, ada lawan yang ingin menyesatkan Kita, musuh Kita adalah Syaithan, bagi mereka yang beriman beramal sholeh dan taqwa kepada Allah, adalah calon penghuni Syurga, demikian janji Allah. Bila tersesat, jauh dari Allah, maka adzab dan penderitaan mendera. Segerakan kembali ke jalan Allah.
* Bayangkan bermain bola tanpa lawan ! Untuk orang2 yang beriman dan taqwa dalam kehidupannya perlu ada lawan, yaitu Syaithan untuk dilawan dan ditundukkan !
TANAMKAN KESADARAN DALAM HATIMU!, Ingat dan Sadarilah, bahwa :
1.Allah Maha Pemurah dan Maha Penyayang, murah-Nya berlimpah ruah, sayang-Nya tiada tara.
2.Bumi beserta segenap isinya diciptakan untuk Manusia.
3.Kita dilahirkan ke dunia atas kehendak Allah (Minallah) untuk beribadah ke Allah (Na'budullah), dengan idzin Allah (Billah), menjalankan segala perintah Allah (Dinullah), walaupun tak terlihat Allah selalu mengawasi ('Alallah), Tujuan hidup di Dunia mencari Ridho Allah (Lillah / Mardhatillah), bila tiba saatnya Kita semua akan kembali kepada-Nya (Ilallah).
4.Di dunia ini Kita Khalifatullah, seluruh manusia dimuliakan Allah. Oleh karenanya jadilah orang yang mulia.
5.Kita boleh mencari kekayaan sebanyak2-nya, yang halal, yang diperoleh dengan wajar, tapi jangan melupakan ibadah.
6.Dalam kehidupan ada pasang ada surut, ada untung ada rugi, ada kesulitan masalah tantangan kesedihan kesusahan dan derita, tapi ada kesenangan, keberhasilan, kesuksesan dan kebahagiaan.
7.Ada tantangan, ada lawan yang ingin menyesatkan Kita, musuh Kita adalah Syaithan, bagi mereka yang beriman beramal sholeh dan taqwa kepada Allah, adalah calon penghuni Syurga, demikian janji Allah. Bila tersesat, jauh dari Allah, maka adzab dan penderitaan mendera. Segerakan kembali ke jalan Allah.
* Bayangkan bermain bola tanpa lawan ! Untuk orang2 yang beriman dan taqwa dalam kehidupannya perlu ada lawan, yaitu Syaithan untuk dilawan dan ditundukkan !
Kamis, 07 Oktober 2010
Generasi Tahan Uji
Besar kecilnya
tanggungjawab seseorang menjadi tanda kualitas syahadatnya, yang dapat diukur
pada caranya memanfaatkan waktu. Seorang yang berkualitas selalu berusaha
menumbuhsuburkan bibit syahadatnya agar dapat terus ditingkatkan lebih tinggi
lagi. Tiada waktu tanpa peningkatan kualitas syahadat. Tiada program kecuali
peningkatan iman. Tidak mati kecuali dalam puncak jenjang syahadat, pasrah diri
kepada Tuhan.
"Wahai
orang-orang yang beriman, bertaqwalah kamu kepada Allah dengan sebenar-benar
taqwa, dan janganlah engkau mati kecuali dalam Islam." (Q.S. Ali Imran :
102).
Rute
perjalanan yang harus dilalui untuk membuktikan syahadat bisa dikatakan
singkat, bisa juga panjang. Hal tersebut tergantung pada kadar mujahadah,
dukungan ibadah dan ukuran besar kecilnya tanggungjawab yang dipikul.
Namun
demikian, dibalik perbedaan jauh rute itu, ada kesamaan irama dan ritme
perjalanan. Jurang yang terjal, tebing yang tinngi pasti ditemukan dalam
perjalanan. Bahkan dengan tegas Allah merinci tikungan-tikungan tajam yang akan
dilewati dalam perjalanan proses uji coba penentuan peringkat kadar kualitas
syahadat dengan firman-Nya : "Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk
surga, padahal belum datang kepadamu (cobaan) sebagaimana halnya orang-orang
terdahulu sebelum kamu. Mereka ditimpa oleh malapetaka dan kesengsaraan serta
digoncangkan (dengan bermacam-macam cobaan) sehingga berkatalah Rasul dan orang
yang beriman bersamanya : 'Bilakah datangnya pertolongan Allah ?'. Ingatlah
sesungguhnya pertolongan Allah itu amat dekat." (Q.S. Al-Baqarah : 214).
Ada
tiga tebing tinggi dan jurang terjal yang harus dilewati sebelum seseorang
sampai ke titik kenikmatan yang dijanjikan oleh Allah. Baik kenikmatan dunia
apalagi yang di akhirat. Ketiga tebing dan jurang tersebut dialami oleh semua
orang yang ingin menikmati surga, tak terkecuali Nabi dan Rasul Allah.
Sudah
merupakan garis ketentuan Allah, atau sudah menjadi sunnatullah, hukum alam yang
sudah pasti, bahwa untuk mencapai keadaan yang ideal diperlukan proses yang
tidak ringan. "Sebagai sunnah Allah yang berlaku atas orang terdahulu
sebelum(mu), dan kamu sekali-kali tidak akan mendapati perubahan pada sunnah
Allah." (Q.S. Al-Ahzab : 62).
Andaikan
para Nabi dan Rasul mengetahui jalan mulus menuju surga tanpa mengalami
hambatan dan rintangan yang serba menyulitkan, tanpa malapetaka dan ujian,
tanpa kesengsaraan dan kemiskinan, maka mereka tentu akan memilih jalan itu.
Akan tetapi kenyataannya tidak begitu. Semua Nabi dan Rasul mengalami nasib
yang sama, menempuh rute perjalanan dengan ritme dan irama yang sama. Mereka
menderita, selalu ditimpa malapetaka, ditimpa kemelaratan yang tiada tara, juga
dihantui oleh perasaan yang serba takut. Hanya imanlah yang memberikan
kemampuan pada mereka untuk tetap berjalan dalam rel yang sudah ditentukan.
Bukan
hanya itu, segala cobaan yang datangnya dari Allah mampu dimanfaatkan untuk
mempertebal keimanan, bukan sebaliknya melemahkan iman. Syahadat memang memerlukan
proses pembajaan. Dan proses pembajaan yang baik hanyalah melewati berbagai
kesulitan, karena sesudah kesulitan itulah akan muncul kemudahan. "Karena
sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan" (Q.S. Al-Insyirah :
5-6).
Rabu, 06 Oktober 2010
Kasih Sejati Seorang Ibu
Di sebuah rumah sakit
bersalin, seorang ibu baru saja melahirkan jabang bayinya. “Bisa saya melihat
bayi saya?” pinta ibu yang baru melahirkan itu penuh rona kebahagiaan di
wajahnya. Namun, ketika gendongan berpindah tangan dan ia membuka selimut yang
membungkus wajah bayi lelaki mungil itu, si ibu terlihat menahan napasnya.
Dokter yang menungguinya segera berbalik memandang ke arah luar jendela rumah
sakit, tak tega melihat perubahan wajah si ibu. Bayi yang digendongnya ternyata
dilahirkan tanpa kedua belah telinga! Meski terlihat sedikit kaget, si ibu
tetap menimang bayinya dengan penuh kasih sayang.
Waktu
membuktikan, bahwa pendengaran bayi yang kini telah tumbuh menjadi seorang anak
itu bekerja dengan sempurna. Hanya penampilannya saja yang tampak aneh dan
buruk. Suatu hari, anak lelaki itu bergegas pulang ke rumah dan membenamkan
wajahnya di pelukan si ibu sambil menangis. Ibu itu pun ikut berurai air mata.
Ia tahu hidup anak lelakinya penuh dengan kekecewaan dan tragedi. Sambil
terisak, anak itu bercerita, “Seorang anak laki-laki besar mengejekku. Katanya,
aku ini makhluk aneh.”
Begitulah,
meski tumbuh dengan kekurangan, anak lelaki itu kini telah dewasa. Dengan kasih
sayang dan dorongan semangat orangtuanya, meski punya kekurangan, ia tumbuh
sebagai pemuda tampan yang cerdas. Rupanya, ia pun pandai bergaul sehingga
disukai teman-teman sekolahnya. Ia pun mengembangkan bakat di bidang musik dan
menulis. Akhirnya, ia tumbuh menjadi remaja pria yang disegani karena
kepandaiannya bermusik.
Suatu
hari, ayah anak lelaki itu bertemu dengan seorang dokter yang bisa
mencangkokkan telinga. “Saya percaya saya bisa memindahkan sepasang telinga
untuk putra Bapak. Tetapi harus ada seseorang yang bersedia mendonorkan
telinganya,” kata dokter. Maka, orangtua anak lelaki itu mulai mencari siapa
yang mau mengorbankan telinga dan mendonorkannya kepada anak mereka.
Beberapa
bulan sudah berlalu. Dan tibalah saatnya mereka memanggil anak lelaki itu,
“Nak, seseorang yang tak ingin dikenal telah bersedia mendonorkan telinganya
padamu. Kami harus segera mengirimmu ke rumah sakit untuk dilakukan operasi.
Namun, semua ini sangatlah rahasia,” kata si ayah.
Operasi
berjalan dengan sukses. Ia pun seperti terlahir kembali. Wajahnya yang tampan,
ditambah kini ia sudah punya daun telinga, membuat ia semakin terlihat menawan.
Bakat musiknya yang hebat itu berubah menjadi kejeniusan. Ia pun menerima
banyak penghargaan dari sekolahnya.
Beberapa
waktu kemudian, ia pun menikah dan bekerja sebagai seorang diplomat. Ia lantas
menemui ayahnya, “Yah, aku harus mengetahui siapa yang telah bersedia
mengorbankan ini semua padaku. Ia telah berbuat sesuatu yang besar, namun aku
sama sekali belum membalas kebaikannya.”
Ayahnya
menjawab, “Ayah yakin kau takkan bisa membalas kebaikan hati orang yang telah
memberikan telinga itu.” Setelah terdiam sesaat ayahnya melanjutkan, “Sesuai
dengan perjanjian, belum saatnya bagimu untuk mengetahui semua rahasia ini.”
Tahun
berganti tahun. Kedua orangtua lelaki itu tetap menyimpan rahasia. Hingga suatu
hari, tibalah saat yang menyedihkan bagi keluarga tersebut. Pada hari itu, ayah
dan anak lelaki itu berdiri di tepi peti jenazah ibunya yang baru saja
meninggal. Dengan perlahan dan lembut, si ayah membelai rambut jenazah ibu yang
terbujur kaku. Sang ayah lantas menyibaknya sehingga sesuatu yang mengejutkan
si anak lelaki terjadi. Ternyata, si ibu tidak memiliki telinga.
“Ibumu
pernah berkata bahwa ia senang sekali bisa memanjangkan rambutnya,” bisik si
ayah. “Dan tak seorang pun menyadari bahwa ia telah kehilangan sedikit
kecantikannya, ‘kan?”
Melihat
kenyataan bahwa telinga ibunya yang diberikan pada si anak, meledaklah
tangisnya. Ia merasakan bahwa cinta sejati ibunya yang telah membuat ia bisa
seperti saat ini.
Senin, 04 Oktober 2010
Jangan Memasung Pendapat Anak
Melibatkan anak pada forum
diskusi akan memberikan dampak positif. Anak akan dapat berkomunikasi dengan
baik pada orang-orang, memiliki kemampuan untuk menyelesaikan suatu masalah
atau problem solving, memiliki rasa empati dan peduli pada lingkungan serta memiliki
kemampuan menganalisa kebutuhan sekitarnya.
Mengajak
anak mengobrol adalah cara terbaik sebagai salah satu pemenuhan hak anak. Beri
kesempatan pada anak untuk mengungkapkan pendapatnya. Hasilnya, akan tercipta
anak yang peka terhadap lingkungannya dan memiliki jiwa kepemimpinan. Misalnya,
dalam mendiskusikan tanggung jawab anak dalam pekerjaan di rumah tangga.
Seorang kakak dapat diminta sebagai panutan untuk adiknya, dengan diberikan
kepercayaan seperti itu ia dapat menyampaikan pendapat tentang cara mengasuh
adik, memberi aturan termasuk kewajibannya. Sementara si adik dapat
mengungkapkan pendapatnya mengenai aturan-aturan yang dibuat oleh sang kakak.
Ketika
berdiskusi dengan anak, gunakanlah kata-kata yang bijak agar anak merasa
dihargai. Jika ada sesuatu yang keliru dengan pendapat anak, kemukakanlah oleh
orang tua agar anak belajar menghargai orang lain. Seperti halnya orang
dewasa, anak juga memiliki hak yang harus dipenuhi supaya dapat tumbuh dan
berkembang secara maksimal. Hak anak merupakan suatu hal yang patut diketahui
orang tua, maupun guru. Sebab, mereka adalah pihak pertama yang mesti memenuhi
hak anak.
Orang
tua harus dapat menghargai hak anak untuk mengemukakan pendapat, beribadah,
maupun saat anak memiliki pilihan. Walaupun demikian, anak-anak masih
memerlukan bimbingan orang tua. Walaupun anak-anak memiliki hak untuk
beribadah, tetapi mereka masih memerlukan arahan dari orang tua, sebab pada
dasarnya usia anak sekolah dasar atau di bawahnya masih belum dapat membedakan
yang baik dan yang buruk. Sehingga walaupun secara pribadi anak memiliki hak,
tetapi dalam pelaksanaannya arahan dari orang tua tetap diperlukan.
Dalam
mengajari anak untuk mengetahui adanya perbedaan pendapat, anak-anak seusia SD
tidak cukup hanya sekadar dilarang. Tetapi mereka harus diberitahu mengapa
mereka tidak boleh melakukan suatu hal serta alasannya. Sebab, jika hanya
sekadar dilarang, anak-anak cenderung tidak mengindah-kannya. Sehingga, cara
yang paling tepat adalah mengajak anak berdialog mengenai apa yang harus
dilakukan dan tidak boleh dilakukan, anak mulai dapat diberikan pengertian
mengenai hak anak pada saat anakberumur tiga atau empat tahun. Pada usia ini,
umumnya anak mulai memahami jika diberikan pengertian.
Kamis, 26 Agustus 2010
Anak Shaleh
Anak shaleh adalah kekayaan yang sangat mahal. Mungkin karena saking mahalnya sehingga data yang mengungkapkan tentang anak yang shaleh begitu sulit terungkapkan. Anak shaleh nampaknya seperti misteri, keberadaannya ada, tapi mereka seperti sesuatu yang tidak ada.
Hal ini disebabkan, yang lebih banyak terdengar dan menghiasi lembaran informasi dunia justru aktivitas anak-anak nakal. Sekalipun mereka sering mengatasnamakan sebagai ABG atau remaja, bagaimanapun mereka adalah anak juga bagi orang tuanya, yang belum selayaknya melakukan tindakan-tindakan kriminal. Mereka itu bukan anak shaleh tapi 'anak salah' yang kian hari kian mengkhawatirkan. Terlepas dari kesalahan orang tua ataupun kesalahan anak sendiri, pemberitaan tentang anak-anak salah ini selayaknya telah cukup menyadarkan kita semua, bahwa memang sudah perlu adanya tindakan besar-besaran di kalangan orang tua dan pendidik. Bagaimanapun mereka adalah calon orang tua di masa mendatang. Bagaimanakah nasib masyarakat, bila nantinya lebih didominasi oleh orang-orang yang tidak kenal aturan?
Kita juga bisa membayangkan, betapa bahagianya orang tua yang memiliki anak-anak yang baik, yang penurut dan mau mendengarkan nasihat. Setidaknya menurut istilah agama adalah qurrata a'yun, menyedapkan mata bagi siapa saja yang melihatnya. Menjadikan orang tua bangga, sekaligus memberikan jaminan kepada mereka bahwa anak-anaknya nantinya tidak akan menjadi beban masyarakat, melainkan justru menjadi kekayaan dan sumber hidayah.
Anak-anak shaleh tetap berpikir jernih di saat yang lain dipenuhi pemikiran yang sarat dengan kepentingan-kepentingan. Kejernihan pikirannya karena adanya filter dalam diri. Mereka menempa dirinya dengan bentangan luas samudera al-Qur'an. Qur'an dan kandungan wahyu di dalamnya menjadi nafasnya. Mereka menyelami kedalaman wahyu itu dengan rasa yang haus. Dengan penuh rasa haus pula mereka menangguk nasihat-nasihat wahyu Ilahi tersebut.
Yang membuat sepi hatinya adalah ketika mereka merasakan mulai ada jarak dengan Qur'an. Makin jauh jarak itu akan dirasakan sebagai sesuatu yang kering dan menyakitkan, menyayat-nyayat dan menusuk-nusuk batin. Mereka menangis dan menjerit bukan karena kehilangan harta benda, juga bukan karena ada luka pada anggota fisiknya. Tapi tangisan dan jeritannya lebih terdorong oleh adanya rasa kehilangan dalam dirinya, rasa sesal terlepas dari ikatan ruhaninya.
Pada anak-anak demikian, tidak sampai rasa iri yang muncul hingga mempengaruhi tindak lakunya. Tapi kesemuanya itu dapat dikendalikan, sehingga rasa hasud, dengki, cemburu, tidak dibiarkan meletup menjadi tingkah laku yang dapat mengurangi keharmonisan dan persahabatan. Mereka telah mengasah dirinya dengan bimbingan ketuhanan sehingga dapat mengontrol dengan baik segenap sikapnya.
BERHATI BERSIH
Ketika sebagian manusia sedang asyik berdansa dan menari-nari dalam dunia kemaksiatan, anak-anak shaleh dengan tekun dan penuh khidmat membuka lembaran demi lembaran wahyu di majlis-majlis dzikir. Mereka mengkaji dan berdiskusi tentang nikmat Allah dan sunnatullah di mana saja. Lingkaran aktivitas mereka tak lepas dari masjid, di manapun masjid itu berada. Hal ini akan menambah kontrol sosial baginya, yang semakin menjauhkannya dari lingkungan yang penuh dan membawa maksiat.
Pikirannya menjangkau dunia dan mengetahui apa yang terjadi di kanan kirinya, tapi mereka tidak larut dalam kehidupan dunia yang penuh tipuan ini. Tidak terjebak pada permainan-permainan yang merusak dan membuatnya jatuh tergelincir.
Mereka memiliki rem pengendali. Ketika sedang di ladang, di pasar, di kantor, di hotel dan di manapun jua di tempat-tempat yang sepi ataupun ramai mereka tidak mudah lepas dari ikatan aqidah dan keimanannya. Mereka tidak mau menjual permata keyakinannya dengan sesuatu yang bernilai rendah. Mereka memiliki harga diri, dan dapat mempertahankannya dengan kuat.
Mereka memahami dengan benar apa yang disampaikan Tuhannya. Ayat-ayat yang telah diturunkanNya telah diterima sebagai kebenaran, bukan sesuatu yang bernilai berita semata.
Mereka meyakini bahwasannya kebenaran-kebenaran itu semestinya ditegakkan, termasuk oleh dirinya sendiri. Ayat berikut ini menjadi tadabbur untuk selalu dapat berhati-hati dalam hidupnya:
"Dan berilah perumpamaan kepada mereka (manusia), kehidupan dunia adalah sebagai air hujan yang Kami turunkan dari langit, maka menjadi subur karenanya tumbuh-tumbuhan di muka bumi, kemudian tumbuh-tumbuhan itu menjadi kering yang diterbangkan oleh angin. Dan adalah Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu." (QS Al-Kahfi: 45)
Ketika sebagian manusia bersikap tak acuh terhadap kedua orang tuanya, mereka para anak shaleh justru sangat menjunjung tinggi orang tua mereka. Saat tindakan kotor mendapatkan kehalalan oleh manusia, mereka dikaruniai akhlak yang tinggi oleh Allah dengan perangkat kemampuan selalu mengingatkan manusia kepada negeri akhirat.
"Sesungguhnya Kami telah mencucikan mereka (dengan menganugerahkan kepada mereka) akhlak yang tinggi yaitu selalu mengingatkan (manausia) kepada negeri akhirat." (QS Shaad: 46)
Mereka menyadari dengan sepunuh hati, bahwa segala tingkah laku ada pertanggungjawabannya. Dan pertanggungjawaban yang paling tidak bisa dimanipulasi adalah pertanggungjawaban di Pengadilan Tuhan kelak, ketika manusia diperhadapkan di hadapan Sang Hakim Agung Allah swt.
BERTINDAK ASIH
Karena kegemarannya kepada kebaikan, ia sangat senang melakukan amalan-amalan yang mengundang kesejukan. Kepada teman, kawan dan lingkungan yang ditonjolkannya bukan sifat arogan tapi sifat ruhama-nya, sifat kasih sayang dan penyantunnya. Sifat-sifat seperti itu yang menghiasi dirinya. Tingkah lakunya tidak memperturutkan kehendak di luar hatinya, tapi selalu melalui konfirmasi lebih dahulu dengan kata hati itu. Sikapnya sama sekali bukan untuk menari pujian dari orang lain. Semata-mata untuk menegakkan kebenaran yang telah bersarang dalam lubuk hatinya. Ia ingin sekali menjabarkan lembaran-lembaran al-Haq yang telah bersemayam itu, supaya juga dirasakan oleh segenap manusia. Sebab baginya, dengan melakukan amalan-amalan seperti itu kenikmatan-kenikmatan telah diperolehnya. Dan itu, jauh dari sekedar bentuk pujian dan sanjungan-sanjungan. Satu sunnah yang dijalankan, ada terasa satu derajat yang dinaikkan. Satu ayat diamalkan, kenikmatan-kenikmatan yang diperolehnya semakin berlipat-lipat. Karena tingkah lakunya yang serba asih ini, masyarakat merasakan benar kesejukan keberadaannya.
ORANG PILIHAN
Orang shaleh adalah orang-orang pilihan. Seperti yang termaktub dalam Al-Qur'an al-Karim: "Dan sesungguhnya mereka pada sisi Kami benar-benar termasuk orang-orang pilihan yang paling baik." (QS Shaad: 47)
Disebut orang pilihan, karena mereka telah lolos sensor dalam suatu pemilihan maha akbar yang diselenggarakan oleh Sang Maha Pencipta. Mereka telah 'berhasil' memenangkan pertandingan yang digelar untuk seluruh ummat manusia. Mereka mampu melewati berbagai ujian yang berkelok dan rumit. Hasil dari ujian itu tumbuh sifat-sifat mulia yang merupakan syarat-syarat kekhalifahan berupa akhlaqul-karimah, aqidah yang tertanam baik lagi kokoh, sifat kasih sayang yang menonjol, dan budi pekerti yang mulia. Mereka dengan karakter yang semacam itu, menjadi penyeimbang kehidupan. Keberadaan mereka menjadi semacam 'jaminan' bahwa saat kiamat masih jauh.
Dunia merindukan mereka tampil melindunginya, menjaganya dari kebinasaan. Dunia yang dipimpin olah orang yang nakal adalah dunia yang rusak. Dunia yang dikendalikan oleh orang-orang yang memperturutkan hawa nafsunya adalah dunia yang kacau-balau, dunia yang tidak pernah tenang oleh hingar-bingar dan permusuhan.
Karena rindunya terhadap orang-orang yang shaleh ini, yang mulia Nabiyullah Yusuf as, di puncak kekuasaaanya sebagai Perdana Menteri Mesir memohon ke hadirat Tuhan, kiranya untuk digabungkan ke dalam kelompok hamba-hamba yang shaleh:
"Ya Tuhanku, sesungguhnya Engkau telah menganugerahkan kepadaku sebagian kerajaan dan telah mengajarkan kepadaku sebagaian ta'bir mimpi. (Ya Tuhan) Pencipta langit dan bumi, Engkaulah Pelindungku di dunia dan di akhirat, wafatkanlah aku dalam keadaan Islam dan gabungkanlah aku ke dalam (kelompok) orang-orang yang shaleh." (QS Yusuf: 101)
Anak yang shaleh adalah kekayaan yang mahal. Merekalah bakal-bakal manusia shaleh setelah dewasa. Semoga sikap istiqamah kita dalam beribadah mendorong kita menuju ke arah sana. Masuk ke dalam kelompok 'ibadihish-shalihiin, hamba-hamba-Nya yang shaleh.
Berapa lama kita belajar Matematika
“Berapa lama kita belajar Matematika?”
Kita belajar Matematika minimal tiga belas tahun…, waktu yang amat lama bukan? Ya, karena Matematika minimal diajarkan sejak mulai masuk Play Group sampai SMA. Jika kita kuliah di jurusan Matematika, kemudian setelah lulus menjadi pengajar Matematika, maka kita belajar Matematika sepanjang hidup. Luar biasa.
Nah, pertanyaan selanjutnya adalah:
“Berapa lama kita belajar shalat?”, dan…
“Sampai sejauh mana kita belajar shalat?”
Jika kita rela belajar Matematika bertahun-tahun, seharusnya kita rela belajar Shalat lebih dari itu. Bukankah ilmu Shalat jauh lebih penting dari Matematika?
Kalau tidak lulus Matematika, tahun depan masih ada kesempatan.
Kalau tidak lulus Shalat, inilah yang paling berbahaya: MASUK NERAKA, tanpa kesempatan kedua untuk kembali hidup di dunia.
Nah, pertanyaan selanjutnya adalah:
“Berapa lama kita belajar shalat?”, dan…
“Sampai sejauh mana kita belajar shalat?”
Jika kita rela belajar Matematika bertahun-tahun, seharusnya kita rela belajar Shalat lebih dari itu. Bukankah ilmu Shalat jauh lebih penting dari Matematika?
Kalau tidak lulus Matematika, tahun depan masih ada kesempatan.
Kalau tidak lulus Shalat, inilah yang paling berbahaya: MASUK NERAKA, tanpa kesempatan kedua untuk kembali hidup di dunia.
“…dan barangsiapa yang baik (diterima) shalatnya, maka baik (diterima) pula segala amalan yang lain, dan barangsiapa yang rusak (ditolak) shalatnya, maka rusak (ditolak) pula segala amalan lainnya” (HR Thabarani).
Langganan:
Postingan (Atom)